Wedang Cemue Ngawi

Kehangatan Santan dan Rempah Khas Kota Bambu

wedang cemue

Wedang Cemue adalah salah satu minuman tradisional yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Minuman hangat ini tidak hanya nikmat di lidah, tetapi juga memberikan sensasi kehangatan yang pas, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan.

Sekilas, Wedang Cemue mungkin mengingatkan pada angsle atau sekoteng, namun Cemue memiliki keunikan tersendiri, terutama pada perpaduan rasa gurih dari santan, manis dari gula, dan sensasi hangat pedas yang berasal dari jahe dan rempah lainnya.

Keunikan Wedang Cemue

Cemue diracik dari kuah santan yang dimasak bersama rempah-rempah seperti jahe, serai, dan kadang ditambahkan daun pandan atau kayu manis, yang menghasilkan aroma harum yang khas.

Yang membuat Wedang Cemue berbeda adalah isiannya yang unik dan beragam, seperti:

  • Roti Tawar: Dipotong dadu, memberikan tekstur empuk saat disiram kuah hangat.

  • Kacang Tanah: Biasanya digoreng atau disangrai hingga renyah, menambah tekstur "kriuk-kriuk".

  • Bawang Merah Goreng: Ini adalah bahan yang seringkali dianggap tidak biasa untuk minuman, namun bawang merah goreng justru memberikan aroma sedap dan rasa gurih yang khas pada Cemue.

Wedang Cemue bukan hanya sekadar minuman, melainkan juga bagian penting dari budaya kuliner Ngawi yang sering disajikan dalam berbagai acara atau sebagai teman bersantai di malam hari. Bagi masyarakat Ngawi, minuman ini merupakan warisan kuliner yang patut dilestarikan.

Resep Wedang Cemue Khas Ngawi

Jika Anda penasaran dan ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, berikut adalah resep sederhana Wedang Cemue Ngawi:

Bahan Kuah:

  • 500 ml Santan kelapa (dari $1/4$ butir kelapa atau 1 bungkus santan instan kecil yang dicampur air)

  • 400 ml Air

  • 5 sdm Gula Merah (sisir halus, atau sesuai selera)

  • 3 sdm Gula Pasir (sesuai selera)

  • 3-4 Jempol Jahe (memarkan atau iris tipis)

  • 1 Batang Serai (geprek)

  • $1/4$ sdt Garam

Bahan Pelengkap (Isian dan Topping):

  • 2 lembar Roti Tawar (potong dadu kecil)

  • 2 genggam Kacang Tanah Goreng atau Sangrai

  • 3-5 siung Bawang Merah (iris tipis, goreng hingga renyah sebagai taburan)

  • Pilihan Tambahan: Potongan kolang-kaling, daging kelapa muda, atau sedikit ketan.

Cara Membuat:

  1. Siapkan Kacang dan Bawang Goreng:

    • Goreng kacang tanah hingga matang, angkat, dan sisihkan. Setelah dingin, remukkan sedikit agar terbelah.

    • Goreng irisan bawang merah hingga kering dan renyah. Angkat dan sisihkan.

  2. Membuat Kuah:

    • Didihkan air. Masukkan jahe, serai, gula merah, gula pasir, dan garam. Aduk hingga gula larut dan aroma rempah tercium.

    • Masukkan santan. Kecilkan api dan aduk perlahan secara terus menerus (jangan berhenti) agar santan tidak pecah.

    • Masak hingga santan mendidih. Cicipi dan koreksi rasa manis dan gurihnya. Matikan api.

  3. Penyajian:

    • Siapkan mangkuk saji. Tata potongan roti tawar (dan bahan tambahan lain jika ada) di dasar mangkuk.

    • Siram dengan kuah santan rempah yang masih hangat.

    • Taburi dengan kacang goreng dan bawang merah goreng.

    • Sajikan segera selagi hangat. Aduk rata sebelum dinikmati!

Tips:

  • Untuk rasa yang lebih "nendang", gunakan jahe emprit (jahe kecil) karena rasa pedasnya lebih kuat.

  • Penting untuk mengaduk kuah santan saat dimasak agar hasilnya mulus dan tidak pecah.

Selamat mencoba kehangatan Wedang Cemue.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel