Wedang Angsle
Kehangatan Manis di Tengah Dingin Malam Jawa Timur
Wedang Angsle adalah salah satu minuman tradisional khas Jawa Timur yang tak lekang oleh waktu. Sering dijajakan saat malam hari atau cuaca dingin, minuman ini menyajikan perpaduan rasa manis, gurih, dan hangat yang sempurna.
Berasal dari kota Malang, namun kini dapat ditemukan di berbagai kota di Jawa Timur seperti Surabaya dan Lumajang, Angsle bukan sekadar minuman, melainkan sebuah "kenyamanan dalam mangkuk" (comfort food).
Sekilas, Wedang Angsle mirip dengan kolak, tetapi yang membedakannya adalah kuah santan yang lebih encer dan adanya tambahan rempah jahe (meski pada resep aslinya di Malang dulu tidak menggunakan jahe).
Angsle umumnya menggunakan gula pasir, bukan gula merah seperti pada kolak, sehingga kuahnya berwarna putih kekuningan.
Ragam Isian yang Menggugah Selera
Daya tarik utama Wedang Angsle terletak pada isiannya yang beragam dan mengenyangkan. Satu mangkuk Angsle biasanya berisi:
Ketan Putih Kukus: Memberikan tekstur pulen dan rasa yang mengenyangkan.
Kacang Hijau Rebus: Menambah nutrisi dan sedikit tekstur renyah.
Sagu Mutiara (Pacar Cina): Memberi warna cerah dan tekstur kenyal.
Roti Tawar: Dipotong dadu, akan melunak dan menyerap kuah santan yang gurih.
Kacang Tanah Sangrai/Goreng: Sebagai taburan yang menambah kegurihan.
Petulo atau Putu Mayang (opsional): Tambahan mi beras yang berwarna-warni, memberikan keunikan tersendiri.
Semua isian ini kemudian disiram dengan kuah santan hangat yang telah dimasak dengan jahe, daun pandan, dan gula pasir. Aroma pandan dan jahe yang menyeruak langsung memberikan sensasi menenangkan dan menghangatkan tubuh, sangat pas dinikmati di tengah malam atau saat hujan.
Resep Wedang Angsle Khas Jawa Timur
Anda bisa membuat kehangatan Wedang Angsle sendiri di rumah. Resep berikut menghasilkan sekitar 4-5 porsi.
Bahan Kuah Santan Jahe:
1.200 ml santan sedang (dari $\frac{1}{2}$ butir kelapa atau 2 bungkus santan instan $65 \text{ ml}$ dicampur air)
150-200 gram gula pasir (sesuaikan tingkat kemanisan)
2 ruas jari jahe (sekitar $50 \text{ gram}$), bakar sebentar lalu memarkan
2 lembar daun pandan, ikat simpul
$\frac{1}{2}$ sendok teh garam
Bahan Isian:
100 gram beras ketan putih
100 gram kacang hijau, rebus hingga empuk dan tiriskan
50 gram sagu mutiara, rebus hingga matang dan tiriskan
4 lembar roti tawar, potong dadu
Kacang tanah goreng atau sangrai secukupnya untuk taburan
Cara Membuat Nasi Ketan:
Cuci bersih beras ketan, rendam selama minimal $30 \text{ menit}$ (lebih baik $1 \text{ jam}$ untuk hasil pulen).
Kukus beras ketan selama $15 \text{ menit}$.
Angkat, lalu siram dengan sekitar $100 \text{ ml}$ air panas yang sudah dicampur sedikit garam. Aduk rata.
Kukus kembali selama $15-20 \text{ menit}$ hingga ketan matang dan pulen. Sisihkan.
Cara Membuat Kuah Santan Jahe:
Campur semua bahan kuah santan (santan, gula pasir, jahe bakar memar, daun pandan, dan garam) dalam panci.
Masak di atas api sedang sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah.
Masak hingga mendidih dan aroma jahe serta pandan tercium harum. Angkat dan saring. Jaga kuah tetap hangat.
Penyajian Wedang Angsle:
Siapkan mangkuk saji.
Tata semua bahan isian ke dalam mangkuk: ketan kukus, kacang hijau, sagu mutiara, dan potongan roti tawar.
Siram dengan kuah santan jahe yang masih panas atau hangat.
Taburi dengan kacang tanah goreng.
Wedang Angsle siap dinikmati selagi hangat.
Tips: Untuk rasa kuah yang lebih kaya dan kental, Anda bisa menggunakan santan kental murni. Jika tidak menyukai rasa jahe yang terlalu kuat, kurangi takarannya, atau jangan memar jahe terlalu halus saat direbus. Selamat mencoba!
