Resep Wingko Babat
Si Legit Gurih Kebanggaan Lamongan
Jika kamu sedang melintasi jalur pantura Jawa Timur, tepatnya di perbatasan antara Lamongan dan Bojonegoro, kamu akan menemukan sebuah kecamatan bernama Babat. Di sinilah lahir salah satu kudapan paling ikonik di Indonesia: Wingko Babat.
Meskipun Wingko sangat populer sebagai oleh-oleh khas Semarang, sejarah mencatat bahwa kue ini pertama kali diciptakan di Babat, Lamongan. Adalah Loe Lan Ing bersama suaminya yang pertama kali memperkenalkan wingko pada tahun 1898. Teksturnya yang kenyal, rasa manis yang pas, dan aroma kelapa yang dipanggang menjadikannya camilan yang tak lekang oleh waktu.
Rahasia Kelezatan Wingko Babat
Kunci utama wingko yang enak terletak pada perbandingan antara tepung ketan dan kelapa parut. Kelapa yang digunakan haruslah kelapa yang setengah tua (tidak terlalu keras namun sudah berminyak) agar menghasilkan rasa gurih yang alami dan tekstur yang tetap empuk meskipun sudah dingin.
Resep Wingko Babat Khas Lamongan (Original)
Resep ini akan menghasilkan wingko yang lembut di dalam, namun punya lapisan luar yang sedikit garing dan wangi.
Bahan-Bahan:
250 gram Tepung ketan putih.
300 gram Kelapa parut (pilih yang setengah tua, kupas kulit arinya).
150 gram Gula pasir (bisa ditambah jika suka lebih manis).
100 ml Santan kental (hangatkan sebentar).
1/2 sdt Garam.
1/2 sdt Vanili bubuk.
1 butir Telur ayam (opsional, untuk tekstur lebih empuk).
Margarine secukupnya untuk olesan teflon.
Cara Membuat:
Campur Bahan Kering: Dalam wadah besar, campurkan tepung ketan, kelapa parut, gula pasir, garam, dan vanili. Aduk rata menggunakan tangan (pastikan tangan bersih) sambil sedikit diremas agar santan kelapa keluar.
Masukkan Cairan: Masukkan telur (jika pakai) dan tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan menjadi kalis dan menyatu.
Panaskan Cetakan: Panaskan wajan anti lengket (teflon) atau cetakan wingko lubang dengan api kecil. Olesi sedikit margarin.
Panggang: Ambil sedikit adonan, bulatkan lalu pipihkan di atas teflon. Panggang hingga bagian bawah berwarna kecokelatan.
Balik: Balik adonan dan panggang sisi satunya hingga matang merata dan mengeluarkan aroma harum kelapa panggang.
Sajikan: Angkat dan biarkan dingin sejenak. Wingko siap dinikmati!
Tips Agar Wingko Tidak Cepat Keras:
Jangan terlalu banyak tepung: Pastikan takaran kelapa lebih banyak atau seimbang dengan tepung agar wingko tetap juicy.
Gunakan api kecil: Memanggang dengan api besar hanya akan mematangkan bagian luar, sementara bagian dalamnya masih mentah.
Penyimpanan: Simpan di wadah kedap udara agar kelembapannya terjaga.
